DIALOG TAUSIYAH 2


Kitab "Hadist" yang disusun dan ditulis oleh para perawi hadis besar ternyata tidak luput dari pencemaran dan pembelokkan yang dilakukan oleh antek2 yahudi. Entah sejak kapan dimulai nya...

Yang jelas, dalam kitab2 hadist yang masyhur tentu harus kita teliti lebih jauh lagi apakah isi hadist tersebut tidak bertentangan dengan Al Qur'an yang suci dan terjaga...?

Mari kita telaah dialog di bawah ini :

Seorang muballigh berkata kepada istrinya :
"Umi, hari ini Abi Puasa sunnah, walau sahur tadi Abi cuma minum teh manis satu gelas, demi melaksanakan sunnah Rasul, maka Abi usahakan puasa, tolong nanti untuk buka puasa tolong Umi buatin makanan yang enak ya mi.."

Tanpa nada semangat Istrinya menjawab: "Ampuuun Abi.... mohon maaf karena umi tidak bisa memenuhi hajat Abi untuk buka puasa"

Abi : "Lho memang kenapa...? Apa Umi sedang tidak enak badan...?"

Umi : "Bukan itu masalahnya Abi... memang sejak kemarin di rumah kita sudah tidak ada persediaan makanan, udah ga ada beras dan bahkan udah ga ada apa-apa"

Abi :
"lho lantas pakai apa dong nanti buka puasa Abi...?

Umi :
Jangan bingung lah Abi, umi udah siapin 3 buah batu koral sebesar kepalan tangan umi..

Abi :
"Untuk apa batu itu..? Apakah akan direbus...?"

Umi :
"yaa ngga lah Abi... bukankah Abi kalau ceramah sering menyampaikan kisah bahwa Rasulullah SAW saking muskinnya sampai ga punya sebutir gandumpun, dan kalau beliau lapar maka Beliau ganjal perut Beliau dengan BATU, Nah agar lebih NYUNNAH  maka umi siapin BATU nanti silahkan Abi amalkan aja sunnah mengganjal perut dengan BATU"

Kemudian terdengar "KUMPRAAAAANGNGNG"...ternyata piringnya pada pecah..."

Saudaraku... mungkinkah RASULULLAH KELAPARAN dan mengganjal perut Beliau dengan BATU untuk menghilangkan rasa lapar.? (seperti keterangan di dalam salah satu hadist..)

Jika saudara menjawab mungkin saja, maka saya sarankan supaya saudara segera GANJAL PERUT saudara karena itu NYUNNAH dan bertaubat...apalagi jika sdr menjawab "ya benar karena Rasulullah manusia biasa" maka hati-hati anda akan kualat karena anda telah MEMFITNAH ALLAH SWT DAN MEMFITNAH RASULULLAH SAW (berarti menistakan agama dan akidah yang katanya anda yakini..)

Siti Maryam (Ibunda Nabi Isa. A.S) tidak pernah kelaparan, senantiasa dikirim makanan dari Allah SWT, dan ingat..!!! Ibunda Siti Maryam bukanlah nabi, bagaimana dengan RASULULLAH SAW yang menjadi kekasih Allah SWT, yang menjadi Imamnya Ulul 'Azmi dan Imam Para Nabi dan Rasul...???

Selamatkan akidah anda sejak dini... sebelum terlambat. Masih ada waktu bertaubat..saat masih diberi nikmat hidup.. Selalu waspada bahwa musuh-musuh Islam senantiasa ingin umat Islam terpecah belah dan semakin pudar keyakinannya dengan berbagai macam cara dan usaha.. termasuk mengubah dan menyamarkan hadist.

Pilih Alim Ulama yang tidak pernah dan tidak mau merendahkan Rasulullah SAW dengan kutipan2 hadist yang tidak sesuai dengan Al Qur'an.

Salam hormat dan sayang,

Ust. M.Effendi An Naqsyabandi