DIALOG TAUSIYAH 1



Hari gini masih saja ada pertanyaan seperti ini: Apakah sampai Pahala yang dihadiahkan, kepada orang yang sudah Mati.?"

Sebenarnya sangat heran mendengar dan membaca pertanyaan seperti itu dan saya yakin jawabannya sudah banyak yang mengeluarkan dan menjelaskannya. Ada yang dengan dalil Qur'an, hadits dan juga pendapat 'ngulama'.

Tapi karena saya yang ditanya, ya dengan senang hati saya jawab dengan logika saja, mengapa..??? Lha udah banyak yang ngasih dalil ayat Qur'an kok malah didebat begini.... mana haditsnya..??, tunjukin dong hadits riwayat siapa...? Shohih atau tidak haditsnya...?"

Anda pasti bisa menebak orang seperti apa yang gaya nanya nya seperti ini... Ngeyel dan sok bener dan sok paling kenal sama Nabi Muhammad SAW
Baca nih obrolan saya:

SAYA : "Anda Pake Hp (handphone) atau tidak...?"
PENANYA : "pakai.."
SAYA :  "Saya tidak akan bilang lho kalau pakai Hp itu "bid'ngah", Karena Kanjeng Nabi Muhammad SAW. tidak pakai Hp, para Sahabat tidak pakai Hp dalam berda'wah dan dalam berbisnis..

Oke...nih pertanyaan saya selanjutnya:

SAYA : "Kalau HP anda Butuh tenaga listrik, WAJIB di charge atau SUNNAH...?"
PENANYA : "Ya Harus di charge".
SAYA : "Berarti anda tidak paham bahasa Indonesia dan tidak paham kedudukan hukum dasar, yaitu Wajib, Harus, dan Sunnah"

PENANYA : Oh yaa WAJIB di charge".
SAYA : "Nah gitu dong, kan enak ngobrolnya".
SAYA : "Waktu di charge Hp anda, menggunakan alat atau tidak ?? atau kamu langsung saja tempelin Hp kamu ke PEMBANGKIT LISTRIK..??? atau ke GARDU PLN..??"

PENANYA : "tidak lah pak, bisa-bisa Hp dan saya bisa terbakar gosong".
SAYA : "sudah mulai pintar anda, padahal baru sebentar ngobrol sama saya".
SAYA : " jadi harus bagaimana supaya Hp dan anda tidak terbakar ..?"
PENANYA : "harus diturunkan dulu Tegangan nya Pak, dari Pembangkit dialirkan ke Gardu-gardu PLN, Kemudian dialirkan arus mistrik AC ke rumah-rumah dengan menggunakan MCB atau dipasang sekering, diatur dan disesuaikan tegangan nya serta daya nya..agar saya bisa ngecharge arus listrik ke Hp, saya masih pakai adaptor buat merubah arus AC menjadi DC, disesuaikan dengan batere Hp saya Pak."

SAYA : "nah tambah pintar saja anda, saya mau tanya, Untuk nge-charge Hp berarti tidak bisa langsung ke PEMBANGKIT LISTRIK ya kan..?, butuh media yang disesuaikan, kalau tidak, maka bisa hancur. Yaaa kaaan..?"

PENANYA : "ya Bener Pak"
SAYA : "Itulah makanya Allah SWT, mengutus Nabi dan Rasul serta orang-orang Alim/Ulama yang dipilih sebagai Wali, tugasnya adalah membawa misi Allah SWT, yaitu membawa RAHMAT, HIDAYAH dan BERKAH kepada Manusia, khususnya kepada orang yang seperti anda. Nabi dan Ulama adalah medianya Allah SWT yang dipercaya oleh Allah SWT untuk membawa amanah. Bukan berarti Allah SWT tidak bisa mendatangi dan menunjukkan/memberi hidayah kepada anda. Itulah yang disebut dengan mekanisme nya Allah, sistem nya Allah atau Thoriqohnya Allah. SWT.

Maka nya ketika sholat kita diajarin untuk mengatakan ini :

IHDINASH-SHIROOTHOL MUSTAQIIM (Tunjuki aku jalan (thoriqoh/sistem/methode yang lurus dan benar)

SHIROTHOL LADZIINA AN'AMTA 'ALAIHIM.( yaitu jalan mereka orang-orang yang telah Engkau beri nikmat atas mereka).

Anda pasti ngomong seperti itu kan pada saat sholat..? "

Oke kita kembali kepada yang diawal kita omongin"

PENANYA : Dengan semangat dia berkata: "SIAP PAK sangat rasional keterangan Bapak, bahwa kita tidak bisa langsung kepada Allah, tapi harus menemukan, membawa dan menggunakan MEDIA yaitu orang-orang yang telah dipilih dan diutus oleh Allah".

SAYA : "Alhamdulilah kalau nalar anda masih digunakan dengan baik, karena ajaran Islam tidak akan berlaku bagi mereka yang tidak punya akal sehat, dan tidak bisa masuk hidayah kebenaran kepada mereka yang tidak mau mendengar atau ngeyel".
SAYA : "bagaimana masih mau dilanjutkan..?"
PENANYA : "Saya masih ada urusan Pak, saya mau ada ta'lim, tapi sepertinya ngobrol sama bapak lebih enak dan lebih menarik".
SAYA : "Baiklah kita lanjut sedikit lagi...saya mau tanya lagi nih, anda pernah melihat arus listrik yang masuk ke baterai Hp anda..?"
PENANYA : "melihat strum seperti apa dan bagaimana sih belum bisa pak, paling menggunakan tespen, atau melihat penunjuk kalau baterai Hp saya sudah tinggal sedikit atau masih penuh"

SAYA : "oooo...kalau yg anda lihat pake tespen itu bukan arus Iistrik, itu nyala indikasi adanya strum atau arus listrik, kalau di Hp, yang anda lihat itu bukan setrum atau arus listrik, itu indikasi adanya banyaknya strum di baterai Hp anda. Intinya arus listrik atau strum itu ga bisa dilihat pake mata kepala, tapi dia ada, dan keberadaannya bisa dibuktikan dengan alat atau dirasakan, kalau dipegang maka akan terasa getarannya, kemudian strum itu akan mengalir dari adaptor yang anda colokin ke saklar terus disambung kabel ke baterai Hp anda., ini artinya anda sedang mengirim/mengalirkan energi ghaib (strum) ke HP sampean melalui logam tembaga (konduktor) yang ada pada kabel, lalu diterima oleh logam yang sama pada HP dan baterai anda. Biasanya pada kabel itu ada isolator, yaitu kulit pembungkus kabel dan logal tembaga atau yang lain sebagai media tempat mengalirnya arus listrik atau strum, nah dalam agama Islam untuk karet/isolator dikenal dengan istilah "SYARI'AT", sedangkan logamnya (konduktornya) disebut dengan istilah Haqiqat, sedangkan arusnya (strumnya) disebut dengan Istikah ma'rifat, nah menghubungkan HP sampean ke sumber listrik di rumah dengan kabel dan adaptor itulah dikenal dengan istilah thoriqot..maka terisi dan sampailah strum atau listrik ke HP. Jika pada kabel penghubung hanya ada karet Pembungkus doang tanpa logam tembaga atau logam lain maka ga akan sampai lah strum itu.."

PENANYA : "oooo...jelas lah baru bisa saya pahami sekarang, bahwa kirim pahala bisa sampai asal yang mengirimkan lengkap ada syari'at, tahu thoriqoh, haqiqat dan ma'rifat ya Pak, oooo barang kali itu yang dimaksud bahwa orang beriman disuruh bertaqwa dan disuruh mencari WASILAH oleh Allah."

SAYA : "tuh kan.. baru sebentar kita ngobrol anda udah semakin cerdas, bagaimana kalau anda ikut mengaji bersama saya, hehehehe, ajak lah kawan-kawan anda silaturahim ke pengajian saya...hati-hati kalau mengaji, banyak lho yang tadinya penakut kemudian gara-gara salah pilih pengajian...eee malah jadi pemberani dan tidak tanggung dia berani mengkafirkan orang, berani membid'ahkan orang, berani ngebom dan yang lebih bahaya dia berani mengatakan Allah punya betis, punya tangan, berani bilang Rasulullah SAW manusia biasa"
.
PENANYA : "Baik pak saya akan tobat dan saya akan ajak teman-teman bertobat yang dulu pernah saya ajak untuk anti maulid, anti tahlilan dan anti Yasinan."

Salam hormat dan kesetiaan pada NKRI, PANCASILA, UUD' 46 ORISINIL, MERAH PUTIH DAN BHINEKA TUNGGAL IKA abadi.

Ust. M.Effendi An Naqsyabandi