Dasar Agama

Ilmu Tauhid yang sebenarnya

Kegiatan Akbar

Undangan Umum Maulid Nabi Muhammad SAW

Workshop Pengenalan Allah SWT

Terbatas hanya bagi yang berminat mengenal Allah SWT

Galeri kegiatan Tahunan

Maulid Nabi dan Perayaan Hari-hari Besar Agama

Kegiatan Rutin Bulanan

Pengajian Terbuka untuk Umum setiap awal bulan

DIALOG TAUSIYAH 2


Kitab "Hadist" yang disusun dan ditulis oleh para perawi hadis besar ternyata tidak luput dari pencemaran dan pembelokkan yang dilakukan oleh antek2 yahudi. Entah sejak kapan dimulai nya...

Yang jelas, dalam kitab2 hadist yang masyhur tentu harus kita teliti lebih jauh lagi apakah isi hadist tersebut tidak bertentangan dengan Al Qur'an yang suci dan terjaga...?

Mari kita telaah dialog di bawah ini :

Seorang muballigh berkata kepada istrinya :
"Umi, hari ini Abi Puasa sunnah, walau sahur tadi Abi cuma minum teh manis satu gelas, demi melaksanakan sunnah Rasul, maka Abi usahakan puasa, tolong nanti untuk buka puasa tolong Umi buatin makanan yang enak ya mi.."

Tanpa nada semangat Istrinya menjawab: "Ampuuun Abi.... mohon maaf karena umi tidak bisa memenuhi hajat Abi untuk buka puasa"

Abi : "Lho memang kenapa...? Apa Umi sedang tidak enak badan...?"

Umi : "Bukan itu masalahnya Abi... memang sejak kemarin di rumah kita sudah tidak ada persediaan makanan, udah ga ada beras dan bahkan udah ga ada apa-apa"

Abi :
"lho lantas pakai apa dong nanti buka puasa Abi...?

Umi :
Jangan bingung lah Abi, umi udah siapin 3 buah batu koral sebesar kepalan tangan umi..

Abi :
"Untuk apa batu itu..? Apakah akan direbus...?"

Umi :
"yaa ngga lah Abi... bukankah Abi kalau ceramah sering menyampaikan kisah bahwa Rasulullah SAW saking muskinnya sampai ga punya sebutir gandumpun, dan kalau beliau lapar maka Beliau ganjal perut Beliau dengan BATU, Nah agar lebih NYUNNAH  maka umi siapin BATU nanti silahkan Abi amalkan aja sunnah mengganjal perut dengan BATU"

Kemudian terdengar "KUMPRAAAAANGNGNG"...ternyata piringnya pada pecah..."

Saudaraku... mungkinkah RASULULLAH KELAPARAN dan mengganjal perut Beliau dengan BATU untuk menghilangkan rasa lapar.? (seperti keterangan di dalam salah satu hadist..)

Jika saudara menjawab mungkin saja, maka saya sarankan supaya saudara segera GANJAL PERUT saudara karena itu NYUNNAH dan bertaubat...apalagi jika sdr menjawab "ya benar karena Rasulullah manusia biasa" maka hati-hati anda akan kualat karena anda telah MEMFITNAH ALLAH SWT DAN MEMFITNAH RASULULLAH SAW (berarti menistakan agama dan akidah yang katanya anda yakini..)

Siti Maryam (Ibunda Nabi Isa. A.S) tidak pernah kelaparan, senantiasa dikirim makanan dari Allah SWT, dan ingat..!!! Ibunda Siti Maryam bukanlah nabi, bagaimana dengan RASULULLAH SAW yang menjadi kekasih Allah SWT, yang menjadi Imamnya Ulul 'Azmi dan Imam Para Nabi dan Rasul...???

Selamatkan akidah anda sejak dini... sebelum terlambat. Masih ada waktu bertaubat..saat masih diberi nikmat hidup.. Selalu waspada bahwa musuh-musuh Islam senantiasa ingin umat Islam terpecah belah dan semakin pudar keyakinannya dengan berbagai macam cara dan usaha.. termasuk mengubah dan menyamarkan hadist.

Pilih Alim Ulama yang tidak pernah dan tidak mau merendahkan Rasulullah SAW dengan kutipan2 hadist yang tidak sesuai dengan Al Qur'an.

Salam hormat dan sayang,

Ust. M.Effendi An Naqsyabandi

DIALOG TAUSIYAH 1



Hari gini masih saja ada pertanyaan seperti ini: Apakah sampai Pahala yang dihadiahkan, kepada orang yang sudah Mati.?"

Sebenarnya sangat heran mendengar dan membaca pertanyaan seperti itu dan saya yakin jawabannya sudah banyak yang mengeluarkan dan menjelaskannya. Ada yang dengan dalil Qur'an, hadits dan juga pendapat 'ngulama'.

Tapi karena saya yang ditanya, ya dengan senang hati saya jawab dengan logika saja, mengapa..??? Lha udah banyak yang ngasih dalil ayat Qur'an kok malah didebat begini.... mana haditsnya..??, tunjukin dong hadits riwayat siapa...? Shohih atau tidak haditsnya...?"

Anda pasti bisa menebak orang seperti apa yang gaya nanya nya seperti ini... Ngeyel dan sok bener dan sok paling kenal sama Nabi Muhammad SAW
Baca nih obrolan saya:

SAYA : "Anda Pake Hp (handphone) atau tidak...?"
PENANYA : "pakai.."
SAYA :  "Saya tidak akan bilang lho kalau pakai Hp itu "bid'ngah", Karena Kanjeng Nabi Muhammad SAW. tidak pakai Hp, para Sahabat tidak pakai Hp dalam berda'wah dan dalam berbisnis..

Oke...nih pertanyaan saya selanjutnya:

SAYA : "Kalau HP anda Butuh tenaga listrik, WAJIB di charge atau SUNNAH...?"
PENANYA : "Ya Harus di charge".
SAYA : "Berarti anda tidak paham bahasa Indonesia dan tidak paham kedudukan hukum dasar, yaitu Wajib, Harus, dan Sunnah"

PENANYA : Oh yaa WAJIB di charge".
SAYA : "Nah gitu dong, kan enak ngobrolnya".
SAYA : "Waktu di charge Hp anda, menggunakan alat atau tidak ?? atau kamu langsung saja tempelin Hp kamu ke PEMBANGKIT LISTRIK..??? atau ke GARDU PLN..??"

PENANYA : "tidak lah pak, bisa-bisa Hp dan saya bisa terbakar gosong".
SAYA : "sudah mulai pintar anda, padahal baru sebentar ngobrol sama saya".
SAYA : " jadi harus bagaimana supaya Hp dan anda tidak terbakar ..?"
PENANYA : "harus diturunkan dulu Tegangan nya Pak, dari Pembangkit dialirkan ke Gardu-gardu PLN, Kemudian dialirkan arus mistrik AC ke rumah-rumah dengan menggunakan MCB atau dipasang sekering, diatur dan disesuaikan tegangan nya serta daya nya..agar saya bisa ngecharge arus listrik ke Hp, saya masih pakai adaptor buat merubah arus AC menjadi DC, disesuaikan dengan batere Hp saya Pak."

SAYA : "nah tambah pintar saja anda, saya mau tanya, Untuk nge-charge Hp berarti tidak bisa langsung ke PEMBANGKIT LISTRIK ya kan..?, butuh media yang disesuaikan, kalau tidak, maka bisa hancur. Yaaa kaaan..?"

PENANYA : "ya Bener Pak"
SAYA : "Itulah makanya Allah SWT, mengutus Nabi dan Rasul serta orang-orang Alim/Ulama yang dipilih sebagai Wali, tugasnya adalah membawa misi Allah SWT, yaitu membawa RAHMAT, HIDAYAH dan BERKAH kepada Manusia, khususnya kepada orang yang seperti anda. Nabi dan Ulama adalah medianya Allah SWT yang dipercaya oleh Allah SWT untuk membawa amanah. Bukan berarti Allah SWT tidak bisa mendatangi dan menunjukkan/memberi hidayah kepada anda. Itulah yang disebut dengan mekanisme nya Allah, sistem nya Allah atau Thoriqohnya Allah. SWT.

Maka nya ketika sholat kita diajarin untuk mengatakan ini :

IHDINASH-SHIROOTHOL MUSTAQIIM (Tunjuki aku jalan (thoriqoh/sistem/methode yang lurus dan benar)

SHIROTHOL LADZIINA AN'AMTA 'ALAIHIM.( yaitu jalan mereka orang-orang yang telah Engkau beri nikmat atas mereka).

Anda pasti ngomong seperti itu kan pada saat sholat..? "

Oke kita kembali kepada yang diawal kita omongin"

PENANYA : Dengan semangat dia berkata: "SIAP PAK sangat rasional keterangan Bapak, bahwa kita tidak bisa langsung kepada Allah, tapi harus menemukan, membawa dan menggunakan MEDIA yaitu orang-orang yang telah dipilih dan diutus oleh Allah".

SAYA : "Alhamdulilah kalau nalar anda masih digunakan dengan baik, karena ajaran Islam tidak akan berlaku bagi mereka yang tidak punya akal sehat, dan tidak bisa masuk hidayah kebenaran kepada mereka yang tidak mau mendengar atau ngeyel".
SAYA : "bagaimana masih mau dilanjutkan..?"
PENANYA : "Saya masih ada urusan Pak, saya mau ada ta'lim, tapi sepertinya ngobrol sama bapak lebih enak dan lebih menarik".
SAYA : "Baiklah kita lanjut sedikit lagi...saya mau tanya lagi nih, anda pernah melihat arus listrik yang masuk ke baterai Hp anda..?"
PENANYA : "melihat strum seperti apa dan bagaimana sih belum bisa pak, paling menggunakan tespen, atau melihat penunjuk kalau baterai Hp saya sudah tinggal sedikit atau masih penuh"

SAYA : "oooo...kalau yg anda lihat pake tespen itu bukan arus Iistrik, itu nyala indikasi adanya strum atau arus listrik, kalau di Hp, yang anda lihat itu bukan setrum atau arus listrik, itu indikasi adanya banyaknya strum di baterai Hp anda. Intinya arus listrik atau strum itu ga bisa dilihat pake mata kepala, tapi dia ada, dan keberadaannya bisa dibuktikan dengan alat atau dirasakan, kalau dipegang maka akan terasa getarannya, kemudian strum itu akan mengalir dari adaptor yang anda colokin ke saklar terus disambung kabel ke baterai Hp anda., ini artinya anda sedang mengirim/mengalirkan energi ghaib (strum) ke HP sampean melalui logam tembaga (konduktor) yang ada pada kabel, lalu diterima oleh logam yang sama pada HP dan baterai anda. Biasanya pada kabel itu ada isolator, yaitu kulit pembungkus kabel dan logal tembaga atau yang lain sebagai media tempat mengalirnya arus listrik atau strum, nah dalam agama Islam untuk karet/isolator dikenal dengan istilah "SYARI'AT", sedangkan logamnya (konduktornya) disebut dengan istilah Haqiqat, sedangkan arusnya (strumnya) disebut dengan Istikah ma'rifat, nah menghubungkan HP sampean ke sumber listrik di rumah dengan kabel dan adaptor itulah dikenal dengan istilah thoriqot..maka terisi dan sampailah strum atau listrik ke HP. Jika pada kabel penghubung hanya ada karet Pembungkus doang tanpa logam tembaga atau logam lain maka ga akan sampai lah strum itu.."

PENANYA : "oooo...jelas lah baru bisa saya pahami sekarang, bahwa kirim pahala bisa sampai asal yang mengirimkan lengkap ada syari'at, tahu thoriqoh, haqiqat dan ma'rifat ya Pak, oooo barang kali itu yang dimaksud bahwa orang beriman disuruh bertaqwa dan disuruh mencari WASILAH oleh Allah."

SAYA : "tuh kan.. baru sebentar kita ngobrol anda udah semakin cerdas, bagaimana kalau anda ikut mengaji bersama saya, hehehehe, ajak lah kawan-kawan anda silaturahim ke pengajian saya...hati-hati kalau mengaji, banyak lho yang tadinya penakut kemudian gara-gara salah pilih pengajian...eee malah jadi pemberani dan tidak tanggung dia berani mengkafirkan orang, berani membid'ahkan orang, berani ngebom dan yang lebih bahaya dia berani mengatakan Allah punya betis, punya tangan, berani bilang Rasulullah SAW manusia biasa"
.
PENANYA : "Baik pak saya akan tobat dan saya akan ajak teman-teman bertobat yang dulu pernah saya ajak untuk anti maulid, anti tahlilan dan anti Yasinan."

Salam hormat dan kesetiaan pada NKRI, PANCASILA, UUD' 46 ORISINIL, MERAH PUTIH DAN BHINEKA TUNGGAL IKA abadi.

Ust. M.Effendi An Naqsyabandi