RABITHAH ATAU BERWASILAH


Segala puji bagi Allah, Zat Wajibal Wujud.

Salawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAWW. Berkah dan ridho yang mengalir melalui para masyaikh ahli silsilah dan Sayyidil Mursyidin yang kita harapkan.

Rabithah di dalam bersyahadah merupakan suatu hal yang mutlak dilakukan, karena jika tidak melakukan rabithah maka tentu saja suatu ibadah yang dilakukan bisa saja tidak mencapai tujuan yaitu kepada Allah SWT.

Menurut apa yang telah kita ketahui bersama, ketika kita membahas tentang rabithah, maka tak lepas dari pembahasan tentang wasilah. Rabithah dan wasilah adalah perintah Allah SWT.

Secara makna bahasa, Rabithah memiliki arti ikatan atau berhubungan. Fungsi dari rabithah atau senantiasa berhubungan, adalah untuk berwasilah. 

Sedangkan wasilah sendiri bermakna sebagai segala sesuatu yang dapat menyampaikan kita kepada suatu maksud atau tujuan. Nabi Muhammad SAW adalah wasilah yang paling dekat untuk sampai kepada Allah SWT. Dan untuk mecapai kedekatan dengan Nabi Muhammad SAW maka kita perlu mengikatkan diri atau berhubungan dengan para penerus silsilah yang tidak terputus, sampai kepada Rasulullah SAW yang akan menyambungkan pada  Allah SWT.

Ikatan atau berhubungan dalam konteks rabithah adalah menghubungkan "hati" atau qolbu. Yang dihubungkan adalah qolbu murid kepada Mursyid, bersambung kepada kakek guru, kakek kakek guru dan seterusnya sampailah kepada Rasulullah SAW. Dengan itu akan terbentuk suatu ikatan/hubungan dari nur ke nur yang akan bermuara pada Nur Allah. 

Setelah diri murid terhubung melalui tali silsilah yang jelas, tidak terputus, maka melalui "saluran" itulah rahmat dan keberkatan Allah SWT mengalir kepada sang murid. Dari "saluran" yang terbentuk itulah petunjuk, ilmu, dan beragam hal yang positif akan diterima.

Dalil Perintah berwasilah

Surat Al Maidah ayat 35 :


يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱبْتَغُوٓا۟ إِلَيْهِ ٱلْوَسِيلَةَ وَجَٰهِدُوا۟ فِى سَبِيلِهِۦ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan berwasilah untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan bersungguh-sungguhlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.
Dalil Perintah untuk Rabithah

Surat Ali Imron ayat 200 :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱصْبِرُوا۟ وَصَابِرُوا۟ وَرَابِطُوا۟ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan ber rabithah dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.

Dari kedua ayat tersebut, Allah SWT telah menegaskan bahwa kalau kedua hal itu (rabithah dan berwasilah) dikerjakan, maka kita akan menjadi orang yang beruntung.

Dalam ayat lain, perintah untuk senantiasa berkekalan dengan orang-orang yang tak pernah terputus dalam mengingat dan menyebut Allah juga dapat dijadikan dasar dalam melakukan rabithah.

Surat Al Kahfi ayat 28 :

وَٱصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِٱلْغَدَوٰةِ وَٱلْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُۥ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُۥ عَن ذِكْرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَكَانَ أَمْرُهُۥ فُرُطًا

Dan sabarkanlah jiwa kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyebut Tuhannya di waktu pagi dan petang dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.

Begitu pula perintah untuk melakukan ikatan/hubungan kepada ahli silsilah juga diriwayatkan dalam suatu hadis :

Besertalah kamu dengan Allah SWT, jika kamu belum bisa menjadikan dirimu beserta dengan Allah maka jadikanlah dirimu beserta dengan orang yang telah beserta dengan Allah, maka sesungguhnya orang itulah yang menghubungkan engkau (rohanimu) kepada Allah SWT  

(Kitab Tanwirul Qulub - Syech Amin Al Kurdi)

Untuk penjelasan lebih lengkap mengenai bagaimana cara pelaksanaan rabithah dan wasilah silakan bertanya pada halaqah2 zikir atau majelis thoriqoh yang bersanad mu'tabaroh. Atau dapat menghubungi kami melalui kontak form yang tersedia atau melalui chat.