MENGAPA HARUS MEMPERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD SAW ? (bagian 1)


Saudara ku para Pencinta Rasulullah SAW,

Mari kita sambut datangnya bulan Rabiul Awal yaitu bulan dilahirkannya Imamul Anbiya wal Mursalin, Nabi Pembawa Rahmat bagi alam semesta dengan memperbanyak membaca shalawat banyak tadabbur akan mu'jizat Agungnya yang telah ditinggalkan untuk kita yaitu AL-QUR'AN.

Judul diatas adalah pernyataan dan pertanyaan dari mereka yang belum faham AL QUR'AN, tidak MENGENAL MUHAMMAD RASULULLAH, serta tidak CINTA KEPADA RASULULLAH SAW. Mereka membantah pelaksanaan peringatan maulid hanya dengan dalil hadits yang tidak tepat dan nas Qur'an yang juga tidak pas duduk persoalannya.

Apa yang saya tulis ini pun belum mewakili secara keseluruhan tentang siapa sebenarnya Nabi Muhammad Rasulullah SAW. SEMOGA tulisan ini menjadi bukti kecintaan saya kepada Imam Ma'shum Muhammad Rasulullah SAW, bagi saudaraku yang membaca memberi manfaat yang banyak (silakan bersholawat)

Saya akan menjelaskan mengapa harus MEMPERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD SAW..?* INI ALASANNYA:
  1. SEBAGAI BENTUK KETAATAN ATAS PERINTAH ALLAH
    Bahwa memperingati Maulid Nabi Muhammad adalah semata mata untuk ibadah, yaitu melaksanakan perintah Allah, karena Allah menyuruh orang-orang beriman kepada maka Nabi Muhammad Rasulullah untuk MEMULIAKANNYA..salah satu bentuk dan cara memuliakannya adalah dengan banyak bersholawat, membicarakan kebaikan Nabi Muhammad SAW, agar lebih banyak orang yang mengenal dengan benar akan sosok Baginda Nabi Muhammad SAW.
    Tidak merendahkan Nabi Muhammad SAW, apalagi menghinanya. Hal itulah yang dilakukan dalam setiap peringatan maulid Nabi Muhammad SAW.
    QS. 7 (Al-A'Raaf): 157)

    ٱلَّذِينَ يَتَّبِعُونَ ٱلرَّسُولَ ٱلنَّبِىَّ ٱلْأُمِّىَّ ٱلَّذِى يَجِدُونَهُۥ مَكْتُوبًا عِندَهُمْ فِى ٱلتَّوْرَىٰةِ وَٱلْإِنجِيلِ يَأْمُرُهُم بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَىٰهُمْ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ ٱلْخَبَٰٓئِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَٱلْأَغْلَٰلَ ٱلَّتِى كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۚ فَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِهِۦ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَٱتَّبَعُوا۟ ٱلنُّورَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ مَعَهُۥٓ ۙ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

    (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.

  2. SIAPA RASULULLAH MENURUT AYAT DI ATAS..?
    Muhammad Rasulullah SAW digelari oleh Allah SWT. sebagai Nabiyyil ummi. artinya Induknya para NABI, BELIAU SAW adalah sosok sentral dan imamnya para Nabi.
    Kata UMMI berasal dari ummu...umman ..ummj artinya ibu atau induk. Banyak orang memahami kata ummi sebagai sosok nabi yang tidak bisa membaca dan menulis (Astagfirullohaladzim..!)

    Silahkan baca dan fahami firman Allah pada QS. 3 (Ali-Imran): 164

    لَقَدْ مَنَّ ٱللَّهُ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِّنْ أَنفُسِهِمْ يَتْلُوا۟ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتِهِۦ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا۟ مِن قَبْلُ لَفِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ

    Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.

    LUAR BIASA..!!!! Allah menyatakan bahwa salah satu tugas Rasulullah SAW diutus adalah untuk MEMBACAKAN AYAT-AYAT ALLAH... dan membersih jiwa umatnya...

    HANYA UMAT YANG BODOH DAN TAK BERADAB YANG TIDAK MAU MEMPERINGATI MAULID. Mungkinkah Nabi Muhammad SAW bisa melaksanakan tugasnya jika Beliau tidak dapat membaca..?
(bersambung....)