Dasar Agama

Ilmu Tauhid yang sebenarnya

Kegiatan Akbar

Undangan Umum Maulid Nabi Muhammad SAW

Workshop Pengenalan Allah SWT

Terbatas hanya bagi yang berminat mengenal Allah SWT

Galeri kegiatan Tahunan

Maulid Nabi dan Perayaan Hari-hari Besar Agama

Kegiatan Rutin Bulanan

Pengajian Terbuka untuk Umum setiap awal bulan

FAKTA-FAKTA KEAGUNGAN NABI MUHAMMAD SAW


Dari abad ke abad kisah keagungan Nabi Muhammad SAW tak pernah pudar digerus zaman. Karena selalu saja ada orang-orang yang menjadi generasi penerusnya sebagai pembawa kisah keagungan Beliau hingga akhir zaman nanti.


Sudah barang tentu, Nabi Muhammad sebagai Imamul Anbiya' wal Mursalin (Pemimpin Para Nabi dan Rasul) tidak sama dengan manusia biasa secara kualitas lahir dan batin. Begitu juga fasilitas-fasiltas dari Allah SWT yang diberikan kepada KekasihNya sudah barang tentu merupakan fasilitas-fasilitas oleh para Nabi dan Rasul lainnya, apalagi jika dibanding dengan umatnya.


Beberapa keagungan Nabi Muhammad SAW yang bisa terlihat oleh kita sebagai manusia biasa diantaranya yaitu :


١• لما حملت آمنة بنت وهب برسول الله ﷺ كانت ترى كل يوم في الرؤيا أحد الأنبياء او المرسلين يبشرها أنها سوف تلد سيدهم ..

1. Ketika Siti Aminah mengandung Rasulullah ﷺ setiap hari beliau bermimpi berjumpa salah satu para Nabi atau para Rasul yang memberi kabar gembira padanya bahwa dia akan melahirkan Tuan/Sayyid para Utusan dan Nabi.

٢ • لما ولد رسول الله ﷺ خرج معه نور رأت أمه قصور بلاد الشام على هذا النور ..

2. Ketika Rasulullah ﷺ dilahirkan, keluar bersamanya sebuah cahaya, dalam cahaya itu Ibunya dapat menyaksikan Istana-istana negeri Syam.

٣• لما ولد رسول الله ﷺ احيطت مكة بكوكبة من الملائكة بقيادة جبريل عليه السلام واحتفلت جميع الأكوان بيوم ولادته.

3. Ketika Rasulullah ﷺ dilahirkan, kota Makkah dikelilingi dengan sekolompok besar para malaikat yang dipimpin oleh malaikat Jibril. Dan semesta alam-pun bersorak gembira dengan hari kelahirannya ini.

٤• نكست الأصنام و هوت على وجوهها و تصدع ايوان كسرى و غيرها من المعجزات التي تدل على أن مولود الليلة غير عادي ..

4. Tergulingnya patung-patung dan jatuh tersungkur, serta retak-nya Iwan Kisra (Gedung berkumpulnya para petinggi Raja Persia) dan keanehan-keanehan lainnya, merupakan sinyal kuat bahwa pada malam itu terlahir Sosok Manusia yang tidak biasa.

٥• لم يكن لرسول الله ﷺ ظل لسببين :

5. Rasulullah ﷺ tidak memiliki bayangan karna dua faktor:

أ - لأن ظل الإنسان يمكن ان يداس بالقدم على رأسه ( يدوس على ظل رأسه ) فالله عز و جل كرم نبيه بأن لا يكوت له ظل ..

a. Bayangan manusia bisa diinjak-injak oleh kaki orang lain, malah bisa menginjak bayangan kepala, maka Allah 'Azza wa Jalla memuliakan Nabi-Nya dengan tidak memiliki bayangan.

ب - النور الضعيف له ظل أمام النور القوي اي الشمعة لها ظل بوجود الشمس لأن نور الشمس أقوى ..لكن رسول الله ﷺ لم يكن له ظل لأن نوره أقوى من نور الشمس ..

b. Cahaya rendah pasti mengeluarkan bayangan di depan Cahaya Kuat, seperti cahaya lilin berbayang manakala bertemu cahaya matahari yang lebih kuat.. Akan tetapi Rasulullah ﷺ cahayanya lebih kuat dari pada cahaya matahari, oleh karenanya Beliau ﷺ tidak memiliki bayangan.

٦• رسول الله ﷺ كان يرى من خلفه و قد إشتهر بأنه لم يلتفت قط لأنه يرى من خلفه كما يرى من أمامه .. 
ذات مرة كان جد بني مروان (لعنه الله) يستهزئ بالنبي وكان النبي سائراً امامه .. فمشى وراءه و أخذ يمد لسانه ، الرسول ﷺ و هو يمشي لم يلتفت إليه و قال له : فض الله فاك ، فسقطت أسنانه كلها بلحظتها ..

6. Rasulullah ﷺ dapat melihat orang dibelakangnya sebagaimana melihat orang di depannya, dan cerita mengenai Rasulullah ﷺ tidak pernah menoleh kebelakang merupakan cerita yang masyhur.

Suatu ketika ada Murrah meledek Baginda Nabi ﷺ yang berjalan didepannya, kemudian si Murrah ikut berjalan di belakang Nabi sambil mengeluarkan lidahnya, Rasulullah ﷺ terus berjalan tanpa menoleh sedikitpun dan berkata: "Semoga Allah merontokkan gigimu", Seketika itu juga gigi-giginya rontok berjatuhan.

ايضا جاء الملعون نفسه و مشى خلف رسول الله ﷺ بطريقة هزلية يقصد أن يهزأ بها من مشية النبي ، فقال له ﷺ : كن كذلك .. فبقي حياته كلها يمشي و يتأرجح كانه شلل كامل.

Cerita lain, masih orang yang sama, dia berjalan "dibelakang" Nabi ﷺ dengan model jalan yang mengejek Nabi, Nabi-pun kemudian berkata padanya: "Teruskan seperti itu", maka selama sisa hayatnya dia berjalan seperti itu, sambil miring-miring, seperti orang pincang .

٧• كان ﷺ لا ينام .. و هو الذي كان يقول تنام عيناي و لا ينام قلبي .. يعني و هو نائم يكون بكامل وعيه لما يجري حوله ..

7. Adalah Rasulullah ﷺ tidak pernah tidur, beliaulah orangnya yang bersabda : "Kedua mataku bisa tidur, namun Hatiku tidak bisa tidur", maksudnya dalam keadaan mata beliau tertidur, beliau masih bisa merekam semua kejadian yang ada disekitarnya, sama dengan keadaan terjaga.

٨ • كانﷺ يسمع للطعام تسبيح في يدي .. الطعام يسبح بين يديه ﷺ فرحاً بأن أفضل و أشرف مخلوق سيأكل منه ..

8. Adalah Rasulullah ﷺ bisa mendengar bacaan "Tasbihnya" makanan dihadapannya, mereka ber-Tasbih karna bahagia, karna se-unggul dan semulia-mulia makhluk akan memakannya.

٩• كان النبي ﷺ تخرج منه رائحة العطر من عرقه . كان من يصافح رسول الله ﷺ يبقى لليوم الثاني يمسح على رأس زوجته و أولاده و يده معطرة من أثر مصافحة النبي ﷺ فكأنما يد النبي أخرجت من جونة عطار ..

9. Adalah Nabi ﷺ keluar darinya bau harum lewat keringatnya, seorang yang berjabat tangan dengan Rasulullah ﷺ maka bau harumnya terus menempel sampai dua hari, orang itu mengusapkan tangannya yang harum itu pada kepala istrinya, anak-anaknya.

١٠• لم يكن لهﷺ طول معلوم .. إذا مشى مع الطويل طاله يعني إذا مشى مع رجل عملاق صار رسول الله ﷺ أطول منه .. 
و إذا جلس كان كتفه أعلى الجالسين ، أما إذا مشى وحده فإنه يميل إلى الربعة أي لا طويل و لا قصير. ..

10. Rasulullah ﷺ berpostur tidak terlalu tinggi, namun bila beliau berjalan bersama orang tinggi beliau lebih tinggi darinya.

Dan bilamana Rasulullah ﷺ duduk, maka pundaknya-lah yang tertinggi diantara teman-teman duduknya.

Dan bila Rasulullah ﷺ berjalan sendiri, beliau terlihat tengah2, yakni tidak tinggi, tidak pula pendek.

١١• تعرفه ﷺ الدواب حين يركبها .. كانت تركض و تنحني له ليركبها .. 

11. Rasulullah ﷺ juga dikenal oleh binatang, tidak jarang binatang-binatang itu menghentakkan kakinya dan merebahkan tubuhnya supaya Rasulullah ﷺ berkenan menaikinya.

كانت الدواب مأمورة فعندما هاجر النبي ﷺ إلى يثرب ( التي تغير اسمها إلى المدينة المنورة و ذلك بعد أن شرفها رسول الله ﷺ و أقام فيها ) ..
وصار الناس كل واحد يطلب من النبي أن يسكن قربه فقال دعوها ( الناقة ) فإنها مأمورة و وقفت قرب منزل أبو أيوب الأنصاري (رضى الله عنه ) و خرج أبو أيوب فرحاً و يقول لأمه و كانت عمياء .. إن رسول الله ﷺ جارنا و الناس يقولون طلع البدر علينا لشدة جمال النبي و النور الذي يخرج من وجهه فقالت والدة أبو أيوب الأنصاري : يا ليتني أراه فمسح ﷺ على عينيها فا بصرت

١٢• كانت الأرض تبتلع ما يخرج من رسول الله ﷺ من فضلات ..و فضلات النبي طاهرة..

12. Bumi menelan setiap buangan yang keluar darinya ﷺ, dan buangan Nabi ﷺ itu dihukumi suci 

١٣• الذباب و الحشرات لم تكن تقترب منه (ص) ﷺ ..

13. Lalat dan serangga belum pernah ditemukan mendekati Rasulullah ﷺ.

١٤• ولد مختوناً ﷺ ..

14. Rasulullah ﷺ terlahir dalam keadaan sudah ter-khitan (sunat).

Mari kita bersalawat !

Allahumma sholi ala Muhammad wa ala aly Muhammad Yaa Robbi wardho' anis sulalah..

Hubungi Majelis Aly Wafa Tajul Arifin jika ingin lebih banyak tahu tentang keagungan Nabi Muhammad SAW dan ingin berjumpa dengan Beliau..

RABITHAH ATAU BERWASILAH


Segala puji bagi Allah, Zat Wajibal Wujud.

Salawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAWW. Berkah dan ridho yang mengalir melalui para masyaikh ahli silsilah dan Sayyidil Mursyidin yang kita harapkan.

Rabithah di dalam bersyahadah merupakan suatu hal yang mutlak dilakukan, karena jika tidak melakukan rabithah maka tentu saja suatu ibadah yang dilakukan bisa saja tidak mencapai tujuan yaitu kepada Allah SWT.

Menurut apa yang telah kita ketahui bersama, ketika kita membahas tentang rabithah, maka tak lepas dari pembahasan tentang wasilah. Rabithah dan wasilah adalah perintah Allah SWT.

Secara makna bahasa, Rabithah memiliki arti ikatan atau berhubungan. Fungsi dari rabithah atau senantiasa berhubungan, adalah untuk berwasilah. 

Sedangkan wasilah sendiri bermakna sebagai segala sesuatu yang dapat menyampaikan kita kepada suatu maksud atau tujuan. Nabi Muhammad SAW adalah wasilah yang paling dekat untuk sampai kepada Allah SWT. Dan untuk mecapai kedekatan dengan Nabi Muhammad SAW maka kita perlu mengikatkan diri atau berhubungan dengan para penerus silsilah yang tidak terputus, sampai kepada Rasulullah SAW yang akan menyambungkan pada  Allah SWT.

Ikatan atau berhubungan dalam konteks rabithah adalah menghubungkan "hati" atau qolbu. Yang dihubungkan adalah qolbu murid kepada Mursyid, bersambung kepada kakek guru, kakek kakek guru dan seterusnya sampailah kepada Rasulullah SAW. Dengan itu akan terbentuk suatu ikatan/hubungan dari nur ke nur yang akan bermuara pada Nur Allah. 

Setelah diri murid terhubung melalui tali silsilah yang jelas, tidak terputus, maka melalui "saluran" itulah rahmat dan keberkatan Allah SWT mengalir kepada sang murid. Dari "saluran" yang terbentuk itulah petunjuk, ilmu, dan beragam hal yang positif akan diterima.

Dalil Perintah berwasilah

Surat Al Maidah ayat 35 :


يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱبْتَغُوٓا۟ إِلَيْهِ ٱلْوَسِيلَةَ وَجَٰهِدُوا۟ فِى سَبِيلِهِۦ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan berwasilah untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan bersungguh-sungguhlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.
Dalil Perintah untuk Rabithah

Surat Ali Imron ayat 200 :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱصْبِرُوا۟ وَصَابِرُوا۟ وَرَابِطُوا۟ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan ber rabithah dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.

Dari kedua ayat tersebut, Allah SWT telah menegaskan bahwa kalau kedua hal itu (rabithah dan berwasilah) dikerjakan, maka kita akan menjadi orang yang beruntung.

Dalam ayat lain, perintah untuk senantiasa berkekalan dengan orang-orang yang tak pernah terputus dalam mengingat dan menyebut Allah juga dapat dijadikan dasar dalam melakukan rabithah.

Surat Al Kahfi ayat 28 :

وَٱصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِٱلْغَدَوٰةِ وَٱلْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُۥ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُۥ عَن ذِكْرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَكَانَ أَمْرُهُۥ فُرُطًا

Dan sabarkanlah jiwa kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyebut Tuhannya di waktu pagi dan petang dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.

Begitu pula perintah untuk melakukan ikatan/hubungan kepada ahli silsilah juga diriwayatkan dalam suatu hadis :

Besertalah kamu dengan Allah SWT, jika kamu belum bisa menjadikan dirimu beserta dengan Allah maka jadikanlah dirimu beserta dengan orang yang telah beserta dengan Allah, maka sesungguhnya orang itulah yang menghubungkan engkau (rohanimu) kepada Allah SWT  

(Kitab Tanwirul Qulub - Syech Amin Al Kurdi)

Untuk penjelasan lebih lengkap mengenai bagaimana cara pelaksanaan rabithah dan wasilah silakan bertanya pada halaqah2 zikir atau majelis thoriqoh yang bersanad mu'tabaroh. Atau dapat menghubungi kami melalui kontak form yang tersedia atau melalui chat.

MENGAPA HARUS MEMPERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD SAW ? (bagian 2)





Saudara ku para Pencinta Rasulullah SAW


Saya akan menjelaskan mengapa harus MEMPERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD SAW..?
INI ALASANNYA:

 1). SEBAGAI BENTUK KETAATAN ATAS PERINTAH ALLAH QS. 7 (Al-A'Raaf): 157

 ٱلَّذِينَ يَتَّبِعُونَ ٱلرَّسُولَ ٱلنَّبِىَّ ٱلْأُمِّىَّ ٱلَّذِى يَجِدُونَهُۥ مَكْتُوبًا عِندَهُمْ فِى ٱلتَّوْرَىٰةِ وَٱلْإِنجِيلِ يَأْمُرُهُم بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَىٰهُمْ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ ٱلْخَبَٰٓئِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَٱلْأَغْلَٰلَ ٱلَّتِى كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۚ فَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِهِۦ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَٱتَّبَعُوا۟ ٱلنُّورَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ مَعَهُۥٓ ۙ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.

SIAPA RASULULLAH MENURUT AYAT DI ATAS..?

Pada postinga terdahulu (1), sudah dijelaskan bahwa Muhammad Rasulullah SAW adalah induknya/Pemimpin para Nabi dan Rasul serta ulul 'azmi (Nabiyyil Ummii). Mari kita lanjutkan untuk memahami dan mentadabburi ayat di atas

(2) ٱلَّذِى يَجِدُونَهُۥ مَكْتُوبًا عِندَهُمْ فِى ٱلتَّوْرَىٰةِ وَٱلْإِنجِيل

 yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka. Hikmah ayat Allah menyatakan bahwa tentang Muhammad Rasulullah SAW dijelaskan pula dalam kitab Taurat dan Injil, bahkan bukan cuma nama nya yang tertulis, melainkan mereka para Ahlul Kitab yang meyakini Kitab Taurat dan Kitab Injil mengenal Muhammad Rasulullah seperti anak mereka mengenal anak mereka sendiri.

Artinya mereka sudah diajarkan mengenal Muhammad Rasulullah secara keseluruhan dan seutuhnya Dan mereka menyambut dengan suka cita kehadiran Muhammad Rasulullah SAW sebagai pembawa berita gembira

QS.2 (Al-Baqarah):146

 ٱلَّذِينَ ءَاتَيْنَٰهُمُ ٱلْكِتَٰبَ يَعْرِفُونَهُۥ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَآءَهُمْ ۖ وَإِنَّ فَرِيقًا مِّنْهُمْ لَيَكْتُمُونَ ٱلْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.

Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 146 menjelaskan bahwa para ahlul kitab MENGENAL (bukan hanya membaca cerita tentang MUHAMMAD RASULULLAH SAW). Mereka mengenalnya seperti mereka mengenal  anak-anak mereka sendiri. Hanya saja sebagian ahlul kitab menyembunyikan pengenalan mereka, artinya mereka tidak sampaikan kebenaran dan keberadaan MUHAMMAD RASULULLAH SAW sebagai Imamnya para nabi dan rasul-rasul.

Akibatnya banyak ummat yang BUTA tentang betapa MULIANYA NABI MUHAMMAD SAW.

HAL ITU PULA LAH YANG DILAKUKAN OLEH SEGELINTIR ORANG YANG MENGAKU SEBAGAI UMAT ISLAM, KEMUDIAN BERUSAHA MENGKABURKAN AKAN PRIBADI NABI MUHAMMAD SAW. DENGAN MENYEBARKAN FITNAH DAN MENDISKRIDITKAN RASULULLAH SAW DAN MEMBUAT PERNYAATAAN BAHWA MEMPERINGATI MAULID ADALAH BID'AH..

SEDANGKAN AHLUL KITAB YANG SEBENARNYA dan UMMAT RASULULLAH SAW YANG SEBENARNYA PASTI SENANTIASA MENYAMBUT, MENGENANG DAN MEMPERINGATI KEMULIAAN NABI MUHAMMAD SAW.

SUDAHKAH ANDA MENGENAL MUHAMMAD RASULULLAH SAW..???

JIKA BELUM.. BERARTI ADA YANG PERLU DIPERBAIKI DALAM PRAKTEK SYAHADAH ANDA

MENGAPA HARUS MEMPERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD SAW ? (bagian 1)


Saudara ku para Pencinta Rasulullah SAW,

Mari kita sambut datangnya bulan Rabiul Awal yaitu bulan dilahirkannya Imamul Anbiya wal Mursalin, Nabi Pembawa Rahmat bagi alam semesta dengan memperbanyak membaca shalawat banyak tadabbur akan mu'jizat Agungnya yang telah ditinggalkan untuk kita yaitu AL-QUR'AN.

Judul diatas adalah pernyataan dan pertanyaan dari mereka yang belum faham AL QUR'AN, tidak MENGENAL MUHAMMAD RASULULLAH, serta tidak CINTA KEPADA RASULULLAH SAW. Mereka membantah pelaksanaan peringatan maulid hanya dengan dalil hadits yang tidak tepat dan nas Qur'an yang juga tidak pas duduk persoalannya.

Apa yang saya tulis ini pun belum mewakili secara keseluruhan tentang siapa sebenarnya Nabi Muhammad Rasulullah SAW. SEMOGA tulisan ini menjadi bukti kecintaan saya kepada Imam Ma'shum Muhammad Rasulullah SAW, bagi saudaraku yang membaca memberi manfaat yang banyak (silakan bersholawat)

Saya akan menjelaskan mengapa harus MEMPERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD SAW..?* INI ALASANNYA:
  1. SEBAGAI BENTUK KETAATAN ATAS PERINTAH ALLAH
    Bahwa memperingati Maulid Nabi Muhammad adalah semata mata untuk ibadah, yaitu melaksanakan perintah Allah, karena Allah menyuruh orang-orang beriman kepada maka Nabi Muhammad Rasulullah untuk MEMULIAKANNYA..salah satu bentuk dan cara memuliakannya adalah dengan banyak bersholawat, membicarakan kebaikan Nabi Muhammad SAW, agar lebih banyak orang yang mengenal dengan benar akan sosok Baginda Nabi Muhammad SAW.
    Tidak merendahkan Nabi Muhammad SAW, apalagi menghinanya. Hal itulah yang dilakukan dalam setiap peringatan maulid Nabi Muhammad SAW.
    QS. 7 (Al-A'Raaf): 157)

    ٱلَّذِينَ يَتَّبِعُونَ ٱلرَّسُولَ ٱلنَّبِىَّ ٱلْأُمِّىَّ ٱلَّذِى يَجِدُونَهُۥ مَكْتُوبًا عِندَهُمْ فِى ٱلتَّوْرَىٰةِ وَٱلْإِنجِيلِ يَأْمُرُهُم بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَىٰهُمْ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ ٱلْخَبَٰٓئِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَٱلْأَغْلَٰلَ ٱلَّتِى كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۚ فَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِهِۦ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَٱتَّبَعُوا۟ ٱلنُّورَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ مَعَهُۥٓ ۙ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

    (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.

  2. SIAPA RASULULLAH MENURUT AYAT DI ATAS..?
    Muhammad Rasulullah SAW digelari oleh Allah SWT. sebagai Nabiyyil ummi. artinya Induknya para NABI, BELIAU SAW adalah sosok sentral dan imamnya para Nabi.
    Kata UMMI berasal dari ummu...umman ..ummj artinya ibu atau induk. Banyak orang memahami kata ummi sebagai sosok nabi yang tidak bisa membaca dan menulis (Astagfirullohaladzim..!)

    Silahkan baca dan fahami firman Allah pada QS. 3 (Ali-Imran): 164

    لَقَدْ مَنَّ ٱللَّهُ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِّنْ أَنفُسِهِمْ يَتْلُوا۟ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتِهِۦ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا۟ مِن قَبْلُ لَفِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ

    Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.

    LUAR BIASA..!!!! Allah menyatakan bahwa salah satu tugas Rasulullah SAW diutus adalah untuk MEMBACAKAN AYAT-AYAT ALLAH... dan membersih jiwa umatnya...

    HANYA UMAT YANG BODOH DAN TAK BERADAB YANG TIDAK MAU MEMPERINGATI MAULID. Mungkinkah Nabi Muhammad SAW bisa melaksanakan tugasnya jika Beliau tidak dapat membaca..?
(bersambung....)